31 Januari 2008

Mengapa Namaku Ejaan Lama


Sebenarnya agak aneh bagi orang seusia saya mempunyai nama dengan ejaan lama, yaitu Tegoeh Soeprijadi. Seperti orang jaman dulu saja, jamannya orang-orang generasi bapak saya. Nama dengan ejaan lama seperti bapakku (alm.) Adhi Soenarto membawa image orang berusia 60-80 tahun, dan pantas jadi mbah-mbah. Tapi kok nama seperti itu disandang juga olehku yang masih di bawah 40 tahun? Kalau dipikir-pikir, memang aneh. Sok tua dan jaim kali ye?

Sebenarnya nama itu berasal dari dokumen surat kelahiran yang otentik yang disimpan rapi oleh orang tua saya. Dokumen itu dibuat sesaat setelah saya lahir tahun 1969 oleh petugas kelurahan, sesuai dengan ejaan bahasa pada jaman itu. Seperti diketahui, ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD) mulai berlaku pada tahun 1972. Jika menuliskannya sesuai EYD, namaku menjadi Teguh Supriyadi.

Ketika aku SD kelas 6, murid-murid diminta mengumpulkan surat kelahiran sebagai referensi nama yang akan dicantumkan dalam ijazah. Yang belum memiliki surat kelahiran diminta untuk mengurus ke kelurahan. Waktu itu akte kelahiran belum begitu populer, dan bagi orang desa sulit untuk mengurusnya. Saya ikut bergabung dengan teman-temanku ketika mereka ke kelurahan. Saya bimbang antara mengurus lagi menggunakan ejaan baru atau tetap menggunakan surat kelahiran yang dulu diajukan oleh bapakku. Semua temanku tidak ada yang menggunakan ejaan lama sepertiku karena mereka mengurus surat kelahirannya belakangan. Setelah sekian lama berpikir akhirnya saya memutuskan untuk tetap menggunakan ejaan lama dengan pertimbangan bahwa nama itu sesuai ejaan yang berlaku pada saat kelahiranku. Saya tahu konsekuensinya bahwa nama itu akan digunakan di ijazah di tingkat selanjutnya. Akhirnya semua dokumen mengacu pada ejaan itu termasuk akte kelahiranku yang diurus oleh ibuku di pengadilan negeri Kendal ketika saya kelas 3 SMA.

Kata orang, nama adalah sesuaitu yang unik, dan tidak perlu mengikuti kaidah ejaan. Jadi biarlah ejaan namaku seperti itu, karena itu bagian dari pribadiku yang unik. Ya kan?

1 komentar:

MANET ZAMRUD BLOK S, KOTA LEGENDA, BEKASI 17510 mengatakan...

Wong sudah tua koq..
masih mau ngaku muda...
Yah wess..jadine antik pake ejaan lama..
hahahaha